Rabu, 13 Februari 2013

laporan OJL Program Pemerataan Mutu Pendidikan melalui program pertukaran PTK SMA Tahun 2012


LAPORAN
KEGIATAN ON THE JOB LEARNING
PROGRAM PEMERATAAN MUTU PENDIDIKAN
MELALUI PROGRAM PERTUKARAN PTK SMA
TAHUN 2012

A.   PENDAHULUAN
Untuk mempercepat peningkatn mutu pendidikan menengah, khususnya di SMA, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2012 menyelenggarakan program “Pemerataan Mutu Pendidikan Kepala Sekolah Menengah Atas”. Dalam program ini, sekolah-sekolah yang dianggap belum maju (selanjutnya disebut sekolah imbas) dimitrakan dengan sekolah-sekolah yang sudah maju (selanjutnya disebut sekolah pengimbas) dengan maksud terjadinya pendampingan, pembimbingan, dan pengalihan pengalaman manajerial dari sekolah pengimbas kepada sekolah imbas. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan kinerja manajemen pada sekolah-sekolah imbas yang pada gilirannya akan mendorong terjadinya peningkatan mutu pada sekolah-sekolah imbas.
SMA Islam Simongagrok merupakan salah satu sekolah yang menjadi peserta dalam program ini, yaitu sebagai sekolah imbas. Dalam program ini SMA Islam Simongagrok dimitrakan dengan SMA Negeri 2 Pare, Kediri. Adapun kegiatan yang harus dilakukan oleh SMA Islam Simongagrok sebagai sekolah imbas adalah (1) pembekalan melalui bimbingan teknis, (2) On The Job Learning (OJL), (3) In House Training (IHT), (4) pelaporan, (5) diseminasi dan seminar.
On The Job Learning (OJL) merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh SMA Islam Simongagrok dalam mengikuti program ini. Dalam kegiatan OJL, SMA Islam Simongagrok praktik belajar pada SMA Negeri 2 Pare. Adapun materi yang harus dipelajari antara lain (1) manajemen sekolah, (2) proses pembelajaran, dan (3) pemberdayaan masyarakat.
Berapa hal berkaitan dengan keunggalan sekolah pengimbas telah diperoleh. Berkaitan dengan itulah perlu disusun laporan hasil kegiatan OJL.

B.   PELAKSANAAN KEGIATAN
1.    Tempat Kegiatan
Kegiatan OJL dilaksanakan di SMA Negeri 2 Pare Jalan Pahalawan Kusuma Bangsa 28 Pare Kediri.
2.    Waktu Kegiatan
Kegiatan OJL dilaksanakan mulau hari Jumat, 15 Juni 2012 hingga Minggu, 17 Juni 2012.
3.    Deskripsi Data
a.    Manajemen Sekolah
1)     Manajemen Sekolah
SMA Negeri 2 Pare telah menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Hal ini nampak pada cara pengambilan keputusan yang melibatkan semua warga sekolah berikut mitra kerjanya, terutam komite sekolah dan orang tua. Hubungan antara pimpinan dan bawahan akrab dan harmonis. Kondisi lingkungan sekolah sangat mendukung terwujudnya masyarakat belajar.
2)    Ketenagaan
Status Kepegawaian
PENDIDIK
TENAGA KEPENDIDIKAN
TOTAL
PNS
NONPNS
JUMLAH
PNS
NONPNS
JUMLAH
60
15
75
6
21
27
102

Pendidikan Terakhir
PENDIDIK
TENAGA KEPENDIDIKAN
TOTAL
D3
S1
S2
S3
JML
SMP
SMA
S1
S2
JML
3
68
4
-
75
4
17
6
-
27
102

3)    Sarana Prasarana
SMA Negeri 2 Pare berdiri di atas lahan seluas 27.419,.26 m2. Boleh dikatakan sarana prasarana SMA Negeri 2 Pare lebih dari lengkap. Bahan ajar guru dan siswa lengkap. Ruang teori sesuai dengan rombongan belajar, perpustakaandan  laboratorium fisika, kimia, biologi masing-masing 1 unit, laboratorium komputer/mutimedia 2 unit. Sekolah ini juga dilengkapi dengan ruang Teacher Resource Research Centre. Kondisi yang demikian memungkinkan terlaksnanya pembelajaran berbasis ICT.
4)    Penggalian Sumber Keuangan
Keuangan SMA Negeri 2 Pare bersumber dari sumbangan orang tua/wali peserta didik, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.
5)    Pengelolaan Keuangan
Keuangan SMA Negeri 2 Pare dikolola secara efektif, transparan, dan akuntabel. Secara berkala diadakan pelaporan keuangan kepada komite sekolah, orang tua/wali peserta didik, dan Dinas Pendidikan kab. Kediri.

b.    Kegiatan Pembelajaran
SMA Negeri 2 Pare menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum sekolah disusun berdasarkan hasil analisis konteks.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, pendidik diwajibkan menyusun silabus, program tahunan, program semester, analisis perhitungan KKM, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pepbelajaran yang disusun peendidik telah mengakomodasi pendidikan karakter bangsa.
Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah disusun oleh pendidik. Agar pemebelajaran sesuai dengan tujuan sekolah, kepala sekolah dengan dibantu oleh pendidik senior mengadakan supervisi, baik akademis maupun klinis.
Pendidik melaksanakan evaluasi pembelajaran, baik proses maupun hasil. Penilaian proses dilaksanakan ketika pembelajaran berlangsung, evaluasi hasil dilaksanakan dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas. Hasil ulangan dianalisis untuk melihat peserta didik yang sudah memenuhi KKM atau belum. Kepada peserta didik yang sudah memenuhi KKM diberi pengayaan materi, dan yang belum memenuhi KKM diharuskan mengikuti remidi. Pelaksanaan remidi tidak harus dilakukan oleh pendidik. Pendidik dapat menyarankan peserta didik yang belum memenuhi KKM minta bantuan temannya untuk memahami konsep pembelajaran dengan prinsip tutor sebaya. 
Terjadi hubungan yang harmonis, akrab, dan bersahabat antarwarga sekolah. Pendidikan karakter diterapkan dalam berbagai aspek, termusuk dalam muatan lokal pendidikan budi pekerti.
Untuk mendapatkan peserta didik yang berkualitas, sekolah mengadakan tes tulis dan kemampuan bahasa Inggris serta tes psikologi pada saat penerimaan peserta didik baru. Hasil tes tulis dan tes psikologi dipadukan dengan nilai ujian nasional untuk menentukan calon peserta didik yang diterima atau tidak dengan komposisi tes tulis (50%), tes pskologi (25%), dan NUN (25%). Hasil tes psikologi selanjutnya juga digunakan untuk mengadakan bimbingan studi dan bimbingan karier siswa, terutama untuk pemilihan program studi kelas XI/XII dan pemilihan program untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi setelah lulus.

c.    Pembinaan Peran Serta Masyarakat
Dalam meningkatkan mutu pendidikan, SMA Negeri 2 Pare membina hubungan positif dan partisipatif dengan masyarakat, antara lain komite sekolah, orang tua/wali peserta didik, alumni, dunia usaha dan dunia industri. Komite sekolah dan orang tua/wali peserta didik dilibatkan dalam menentukan berbagai kebijaksanaan sekolah, misalnya dalam penggalian sumber dana dan tata tertib sekolah. Alumni dilibatkan dalam penggalian dana dan berbagai kegiatan, terutama pembinaan kegiatan ekstrakurikuler, dunia usaha dan industri dilibatkan dalam peningkatan mutu. Dunia usaha dan dunia industri yang sudah bekerja sama dengan SMA Negeri 2 Pare antara lain Indosat, Lembaga Pendidikan Terra Komputer, dan PT Kimia Farma.

d.    Organisasi/Kelembagaan Sekolah
Organisasi atau kelembagaan sekolah disusun sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, kepala sekolah dibantu oleh empat orang wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana, dan Komunikasi/Kerja Sama) dan Penanggung Jawab Program RSBI. Dalam bidang adminsitrasi, kepala sekolah dibantu oleh Koordinator TU. Dalam bidang manajemen kepala sekolah dibantu oleh WMM.

               
C.   HASIL YANG DIPEROLEH
1.    Pengambilan keputusan partisipatif dengan melibatkan seluruh komponen sekolah dan mitra kerja sekolah.
2.    Pengelolaan sarana prasarana yang memungkinkan terwujudnya masyrakat belajar.
3.    Penggalian keuangan dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa, terutama untuk kegiatan-kegiatan kesiswaan.
  1. Reviu KTSP dan analisis konteks setiap tahun.
  2. Perangkat pembelajaran (terutama silabus dan RPP) sudah disusun sendiri oleh pendidik dengan mempertimbangkan kondisi sekolah serta direviu setiap tahun.
  3. Pelaksanaan pendidikan karakter baik pada saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran, termasuk pada strukutur muatan lokal yang disebut pendidikan budi pekerti.
  4. Penerapan hasil tes psikologi untuk pertimbangan pemilihan program studi kelas XI/XII dan pemilihan progam dalam seleksi perguruan tinggi.
8.    Pengelolaan keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
  1. Pemberdayaan peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan.
  2. Penataan organisasi yang fungsional dan susuai dengan kebutuhan.

D.   REKOMENDASI DAN TINDAK LANJUT
1.    Perlu adanya peningkatan peran peserta didik, orang tua/wali peserta didik, dan komite sekolah dalam pengambilan keputusan sekolah.
2.    Sarana prasarana, terutama perpustakaan dan laboratorium perlu ditata dalam rangka menunjang terjadinya masyarakat belajar.
3.    Perlu ditingkatkan peran komite sekolah dan orang tua/ peseta didik dalam penggalian keuangan, juga perlu adanya sumber lain dalam penggalian keuangan.
4.    Perlu adanya pelaporan keuangan secara berkala baik kepada orang tua/wali peserta didik, komite sekolah, dan dinas pendidikan.
5.    Perlu diadakan workshop untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyusun perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
6.    Perlu peningkatan pendidikan karakter, terutama hal-hal praktis di luar kegiatan belajar mengajar.
7.    Dalam pemiihan jurusan, selain bakat, minat, dan kemampuan peserta didik, hasil tes pesikologi dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
8.    Perlu adanya revitalisasi peran komite sekolah dan orang tua/wali peserta didik.
9.    Perlu dibentuk forum alumni SMA Negeri Plandaan.
10. Diupayakan adanya kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri.
Mengetahui
Kepala Sekolah Pengimbas,


Drs. H. Muh. Tamyiz
NIP 19600118 198703 1 007

Mojokerto, 18 Juni 2012
Kepala Sekolah Imbas,


Imron Effendy, S.Pd, M.MPd






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar